Dalam sepinya malam ini, akupun termenung...
mengingat kembali sesuatu yang mungkin terlupakan
sesuatu yang munhkin akan memberikan penyesalan yang sangat dalam
Tertegun aku merenunginya...
Udara malam mulai merambat, menjalar ke dalam tulangku
membekukan semua asa yang telah ku tanam selama ini
menghembuskan semua cinta yang mulai aku sebar dalam ladang hatiku
Kegalauan mulai datang tuk menjemput ragaku...
Bintang yang bersinar mulai tersenyum
melihat galau mulai mendekat...
Sang Bulan pun tak pernah mau mengerti apa yang sedang kurenungkan
wajahnya hanya murung, pucat bagaikan sumber keputus asaan
Seiring jalan, ku mulai mendapati kesalahanku
Kesalahan yang membuat semua ini terjadi...
Mungkinkah satu kesalahan kecil dapat menghapus indahnya cinta?
Atau membekukan asa yang telah tercipta didepan mata?
Kesalahan yang tak pernah kusadari...
Ucapan syukur dan penyembahan pada sang Pencipta....
Kuasa atas diriku menjadi hilang dan terkubur karenaNya....
Wednesday, February 23, 2011
Tuesday, February 22, 2011
SELAYAK LANGKAH
Dalam dunia ini, jalan-jalan tak pernah lurus
ada yang berbelok, berkelok, menanjak, menurun...
bagaikan kehidupan suatu insan
yang tak pernah tahu, bagaimana harus berbelok ataupun berhenti...
Namun, dalam satu waktu...
kala jalan-jalan mulai untuk menanjak...
maka sang insan berhenti tuk mengeluh tanpa berpeluh...
sangat lelah dalam memandangi tanpa menjalani...
Kini, tak ada yang bisa tuk menjalani hidup ini dengan kelegaan hati
Seperti kala apa yang telah pendahulu kita perbuat...
Usaha yang gigih tuk mencapai suatu tebing tinggi
mengalahkannya bagaikan jelly yang terinjak kaki-kaki keramaian
Mungkinkah, hidup yang selama ini menjadi menanjak...
yang mana usaha tuk mendakinya berlipat menjadi tak terhingga
dapat membuka mata kita yang telah lelah
walau belum sempat tuk memandangnya?
Cinta yang terdaulat sebagai Kuat Dunia telah memudar dan hilang tanpa daya
membeku dalam kesunyian, dan menghilang dalam keraguan...
Insan hanya menaruh keluh kepada sang Pencipta...
umpatan dan cacian yang tertanam tertutupi tangis air mata kesedihan mengibakan...
ada yang berbelok, berkelok, menanjak, menurun...
bagaikan kehidupan suatu insan
yang tak pernah tahu, bagaimana harus berbelok ataupun berhenti...
Namun, dalam satu waktu...
kala jalan-jalan mulai untuk menanjak...
maka sang insan berhenti tuk mengeluh tanpa berpeluh...
sangat lelah dalam memandangi tanpa menjalani...
Kini, tak ada yang bisa tuk menjalani hidup ini dengan kelegaan hati
Seperti kala apa yang telah pendahulu kita perbuat...
Usaha yang gigih tuk mencapai suatu tebing tinggi
mengalahkannya bagaikan jelly yang terinjak kaki-kaki keramaian
Mungkinkah, hidup yang selama ini menjadi menanjak...
yang mana usaha tuk mendakinya berlipat menjadi tak terhingga
dapat membuka mata kita yang telah lelah
walau belum sempat tuk memandangnya?
Cinta yang terdaulat sebagai Kuat Dunia telah memudar dan hilang tanpa daya
membeku dalam kesunyian, dan menghilang dalam keraguan...
Insan hanya menaruh keluh kepada sang Pencipta...
umpatan dan cacian yang tertanam tertutupi tangis air mata kesedihan mengibakan...
Subscribe to:
Posts (Atom)
