Powered By Blogger

Thursday, November 7, 2013

BAYANGAN DAN DUSTA

Sang Mentari kembali tersenyum
Membawa secerca harapan dalam kehangatannya
Menghidupkan kembali asa yang membeku sepanjang malam
Membuka tabir kehidupan yang terselubung malam

Dalam kehangatannya tersamarkan suatu hal yang lain
Sifat membakar dan menguasai tampak dalam arogansi sang Mentari
Sebuah ironi yang selalu tertutupi
Konspirasi alam tentang kejamnya kenyataan

Di balik bayang-bayang sang Mentari
Tergeletak tak berdaya sang Bulan
Yang selalu meredup kala pagi mulai menyingsing
Raut wajah lesu dan letih, ekspresi tentang keputus asaan

Ku maknai semua yang ku lihat
Dengan kepicikan hati serta obsesi yang membara
Ku telaah dan berusaha ku mengerti
Tentang cahaya dan bayangan

Tawamu yang hangat, sesungguhnya adalah arogansimu yang selalu kau tutupi
Raut wajahmu yang merona, seakan menutupi sisi gelap yang kau punya
Matamu yang sejuk, membuktikan bahwa pilu yang ada
Kebohongan adalah hidupmu

Saturday, November 2, 2013

PENGUNGKAPAN SEBUAH TANYA

Cerita ini ditujukan untuk mengerti arti sebuah hidup, dan bagaimana nenjalani sebuah duka menjadi suka. Kisah yang selalu terbayang dalam pikiranku ketika bersiap menjadi ayah.

Desember 2011, saat itu saat dimana aku dan istriku menunggu dengan cemas. Karena pada hari itu, perkiraan buah hati kami yang kedua telah dekat. Harap harap cemas terbuai dalam pikiranku, dimana aku hanya seorang buruh pabrik kecil yang berupah minim. Kebutuhan kami sehari hari terbantu dengan kami tinggal bersama orang tua istriku, aku selalu tutupi rasa maluku karena belum dapat menjadi suami dan ayah yang baik dengan menyediakan hunian kami sendiri. Lepas dari itu, kami juga masih punya seorang bidadari kecil yang saat itu masih berusia 1,5 tahun. Usiaku yang baru menginjak 21 tahun dan istriku 19 tahun membuat kami tertekan saat itu, maklum kami menikah pada tahun 2008 usia kami masih 18 dan 17 tahun.

Subuh, akhir Desember 2011. Istriku mengalami kontraksi, dan dengan terburu-buru aku langsung menyiapkan motor untuk bersiap membawanya ke puskesmas. Tidak lupa doaku ketika menenangkan istriku yang merintih kesakitan, sebenarnya waktu itu lebih cepat 2 mingu dari perkiraan bidan. Tapi, who knows?

Jarak antara rumah dngan puskesmas cukup jauh, sekitar 7km melewati gang sempit di kampung-kampung. Sebenarnya ada bidan yang jaraknya tergolong dekat, tapi apa daya. Dengan penghasilanku yang pas-pasan aku tak mampu untuk membiayainya, jangankan untuk bersalin, untuk biaya periksa tiap bulan pun aku tak mampu. Maka dari itu kami pilih puskesmas dengan program persalinan gratis.

Aku jalankan motorku dengan perlahan, berhati-hati agar istriku tak mengalami guncangan yang keras. Ku usahakan istriku nyaman dalam boncenganku.

Sekitar 20 menit berlalu, dan akhirnya sampailah kami di puskesmas. Langsung ku turunkan istriku dan ku gandeng dia masuk ke ruang bersalin. Dengan kegugupanku, aku bicara pada suster yang berjaga. Dan dengan sigap mereka menempatkan istriku dalam ruangan. Istriku merintih kesakitan, ku coba tenangkan dia dengan bacakan istighfar dan selalu ku bilang "I LOVE YOU" sepanjang waktu. Ku kuatkan dia dan ku tenangkan dia, setelah tenang aku di panggil sang bidan dan berkata, "Tekanan darah istri bapak terlalu tinggi, 160/120. Dan jika dalam satu jam darahnya belum normal maka dia harus di rujuk ke RSUD untuk menjalani cesar." Degg, hatiku langsung kacau tak beraturan. Dari mana biaya yang aku dapatkan untuk operasi? Namun, dengan tegar ku anggukkan kepalaku tanda setuju. Kemudian ku belikan istriku roti dan teh hangat untuk menguatkan tenaganya kelak. Setelah dia makan, ku tinggalkan dia untukku keluar. Di luar aku menangis, sebuah tindakan yang benar untuk seorang ayah. Aku berdoa, memohon jalan keluar agar anak dan istriku akan baik baik saja. Entah bagaimana caranya, mereka harus sehat dan dapat aku peluk. Ku raba kantongku, dimana uang 300 ribu terakhir ada. Saat itu, pabrikku tengah libur panjang dalam menghadapi natal dan tahun baru. Sehingga aku tak dapat mengandalkan cash bon dari pabrik. Namun ku coba tuk tabah. Setelah selesai merengek aku kembali ke dalam.

Setengah jam berlalu, ku iringi detak jam dengan rengekanku pada Tuhanku. Ku cium kening istriku, memegang erat tangannya dan ku bisikkan kata "Kamu wanita kuat, kamu harus kuat"  dan kata "I LOVE YOU"  sepanjang waktu. Dan kemudian, waktu itu datang. Istriku meronta, 5 suster langsung menanganinya. Aku hanya bisa membisikkan kata-kata tersebut demi menguatkannya. Inilah penepatan janjiku untuk selalu menemaninya ketika dia berjuang melahirkan, karena suatu alasan aku tak bisa disampingnya ketika anak pertama kami lahir.

Sebenarnya terlalu awal, karena tekanan darahnya belum kembali normal. Namun, Tuhan mengijinkan istriku melaluinya. Setelah ngeden sekitar 15 menit akhirnya kepala buah hatiku telah muncul. Dengan darah yang menyelimutinya, dia lahir di dunia. Kebahagiaanku makin lengkap ketika sang suster berkata," Selamat, anaknya cowok". Betapa lengkapnya hidupku, tapi aku kembali teringat sosok kuat dan tabah yang berjuang mati-matian, istriku. Ku lihat dia dengan wajah sayu bahagia, letih dan tampak sebuah pengorbanan yang besar. Ku cium dia, ku peluk dia. Dengan lirih dia bertanya, "Anak kita cowok apa cewek?".
"Cowok, terima kasih ya udah kasih kesempurnaan dalam hidupku", jawabku sembari tersenyum dan menangis.
Air matanya menetes, mengiringi tangisan pertama jagoanku yang dia dekap.

TUHAN selalu menjawab apa yang kita butuhkan demi kebutuhan kita, bukan keinginan kita. Sebuah usaha untuk mendapatkannya, dan DIA akan selalu mencukupinya.

Monday, October 21, 2013

SEBUAH BAYANGAN DAN KETAKUTAN

Saat ini, mungkin aku hanya duduk terdiam
Melihat jauh dalam pandangan kosongku
Mengingat semua yang telah aku lupakan

Tak pernah aku berpikir untuk menjalani hari seperti ini
Menunggu dalam ketakutan yang tak pernah aku bayangkan
Merasa sendiri dan selalu ingin menjadi orang lain
Menutupi jati diri dalam kegusaran

Di saat yang ramai, pikiranku berujung sepi
Namun, kala hari sepi terdengar raungan keras di kepalaku
Hal yang sangat menyakitkan ketika semua ku sadari
Bahwa aku keluar dari realita

Perasaan yang teraduk dalam ketakutan
Membuat tanganku tak terkendali menyayat kulitku
Gigikupun mulai menggigit lidahku hingga kelu
Kakiku selalu menuntunku ke arah yang tak pernah ku kehendaki
Mataku hanya dapat melihat sisi lain dari kenyataan

Ku merasa, ku selalu dihantui perasaan yang bersalah
Perasaan yang telah ku lakukan di masa sebelum ini
Suatu kesalahan yang tak dapat termaafkan oleh diriku
Yang membelenggu jiwa dan hatiku

Entah kapan ku harus lalui ini
Karena mati pun tidak akan pernah dapat menyelesaikannya

Saturday, October 19, 2013

KETERASINGAN

Dalam jalan gelap yang tak berujung
Ku tatih langkahku demi sebuah harapan
Harapan yang ku harap ada diujung sana
Entah kosong ataupun sia-sia

Gelap menyelimuti, pekat dan mencekam
Tiada satu suara alam pun yang terdengar
Hanya detak jantung dan seret langkahku yang terdengar
Suara derit dan decit menyayat hati
Mulai terdengar mengiringi langkahku
Gema kesunyian menghinggapi pikiranku
Semilir angin malam yang bertiup menusuk tulangku
Memaksa tulangku tuk terus bergemeletak
Seakan meremukkan tulang tengkorakku

Ku tajamkan pandanganku
Demi sebuah realita yang ada
Namun hanya sebuah bayangan yang menari dalam kegelapan
Seakan menemani kesendirianku
Mengiringi kesunyianku
Dengan bisik lirih mereka membujukku
Merayu tuk menyerah
Membiaskan mata hatiku demi keputusasaan

Dengan hati ciut ku tetap berjalan
Bertahan demi sebuah keyakinan nyata
Yang selalu ku harapkan

Lelah ku berjalan, lemah ku melangkah
Dan ketika ku rasa tengah hampir sampai
Ku dihadapkan atas jurang yang menganga lebar
Seakan tak bertepi dan tak berdasar
Menambah hitam pekat gelap malamku

Namun dengan samar ku lihat
Sebuah cahaya remang diujung jurang
Nampak secerca jalan kecil setapak
Membentang mengisi asa atas jurang tak berdasar
Sungguh, hanya sebuah asa yang ku punya
Tuk berani lalui dan seberangi jurang ini

Disana sesosok yang misterius menenteng lentera kecil
Berjalan perlahan ke tengah kekelaman
Perlahan menghapus keberadaannya
Dan cahaya yang dibawanya
Samar ku pandang, lama ku perhatikan
Ternyata asa yang ku cari kini kembali tersamarkan
Oleh gelap yang tak terbatas

Wednesday, September 4, 2013

YANG TAK TERMAAFKAN bag 1

Ku rasa ku dalam pasung dalam penjara
Yang mana gelap selalu menemaniku
Di tiap hari di tiap waktu...

Asaku tuk dapat memandang cahya mentari
Namun, semua seakan sirna...

Tiap hari ku turun dan naiki terjal tangga
Ku seret kaki yang tak berdaya ini di atas lumpur
Siksa yang ku rasa...

Dalam sempit ruang terselubung tirai
Ku berbaring,...
Menanti penuh harap

Kini waktu berlalu
Warsa t'lah bergulir, usia muda t'lah ku lewati
Kini ku cari dalam letih sendok dan besi
Mulai ku kikis dan ku gali tanah berbatu
Demi dapat melihat cahaya

Lelah tanganku menggali, kelupas kulit tanganku
Tangis dan peluh menghiasi upaya, darah membasahi daya

Waktu mulai mengejar

Dunia yang dulu riang, kini enggan berputar
Aku dan waktuku, terbuai angan semu
Aku dan waktuku, terjerat ikatan yang erat

Sunday, September 1, 2013

SETIAP WAKTU

Saat itu masih terlalu muda untuk kita
Menjalani jalan yang panjang dan berliku
Hanya hasrat sesaat kita waktu itu
Kita selalu bicarakan hidup kita nanti
Melambung  dan melampaui batas

Saat matahari telah menanjak
Ku rasa ku ingin kembali
Merasakan apa yang kita rasa sebelumnya
Ku ingin hari itu kembali
Satu hari saja tuk lengkapi semua

Setiap saat ku lihat wajahmu
Setiap saat kita lihat ujung jalan
Semua terlihat indah dan sempurna

Namun, saat jalan kita berbatu
Kita masih tetap berjalan walau tertatih
Hingga kita tiba di simpang jalan
Dimana pilihan mulai terbuka
Kita tetap bersama

Kita habiskan waktu bersama
Menjalani hari dengan kepalsuan
Mungkin aku yang menyerah saat itu
Tapi tidak...

Kini, kau mulai menjauh
Meninggalkan kenangan bersama
Melangkah pergi tuk berjalan sendiri
Dan kau sisakan pahit untuk diriku

Sekarang ku hanya terduduk diam
Di teras tempat kita bercanda dulu
Memikirkan sisa sisa tujuan pertama kita
Yang kini kembali menjadi impian kita

Saturday, August 31, 2013

UNEK UNEK

Hidup memang terlihat aneh, banyak kejanggalan atau anomali yang terkadang tidak masuk akal. Merencanakan sesuatu, tapi hasil akhirnya berbeda dengan apa yang menjadi rencana awal. Tapi, it's life man.

Apapun dapat terjadi, gak mandang derajat, martabat, konglomerat, melarat, pejabat, orang bejat, dll. Its gonna be happen. Kita gak bisa menghindar tentang anomali yang terjadi. Misalnya, kita belajar buat ngadepin pagi siang malem nyampe pagi lagj. 20 bab apal, dari titik, koma, tanda seru, tanda tanya kita apal. Eh, ternyata gak ada satu pun yang keluar. Bulls*it gak tuh? Tapi jangan semua anomali dibikin beban bro, jadikan itu sebuah advantage. Jangan nyesel karena persiapan rencana awal gak berguna, suatu saat itu bakal berguna kok. Dan pada akhirnya, semua indah pada waktunya.

Caisar bilang, KEEP SMILE :-)

Thursday, August 29, 2013

HEMBUS ANGIN KE BULAN

Semasa waktu masih muncul dengan harum
Semerbak menandakan kembang
Waktu sebelum masa yang ku rasa sekarang
Ada rasa yang pernah muncul membingkai hati

Siang dan malam pun seakan menyatu
Membantuku melompati pagar tenggat yang lama
Angin yang berhembus, mengangkat angan kenanganku untuk satu ingatan

Masa dimana hatiku yang tak pernah lebur
untuk cinta...
Masa dimana hatiku yang tenggelam oleh rasa
kecewa...

Walau mungkin sekarang t'lah terlompati jauh
Angan dalam ingatan masih terasa
Dimana hatiku telah melebur, terpadu cinta yang bersemi mengganti cinta yang t'lah gugur

Hati ini pun tak pernah ingin tuk loncati krmbali
Namun, rasa ini kadang mengembara
Maafku pada cinta yang t'lag gugur dan bersemi
Kini ku kan jalani s'mua dalam rasa yang terkekang...

Wednesday, August 28, 2013

my expectation 2

when the night is coming, and covering the day
the sun's like eaten by the night
darkness comes and blinds the eye of the light

time is rolling by, crushes the old pass time that so slowly
changes the old to the new, the weakness to the strengthens
and leave all that couldn't pass the exam
they couldn't reach it...

I feel the darkness comes with the strangeness, darkest fear
I've found a disappoint on it....
I've felt lonely on it....

But when the night is coming, I don't feel anything that
encourage me at all...
that I've found, a star that spotted fills the blackness
and on besides me all the night

And my deepest phobia, that the sun won't be shining again
breaking down...
the lunar that comes tonight, changes for a while the duty
of the sun...
I feel my expectation won't be coming true
Just the fear of my expectation....

UNDERSTANDING THE WORLD BY LOVE

Today maybe nothing be special
Like the other day, nothing be special
The sun rises and shines shining the world
Force up his smile with warm and brightness

I feel the wind blows up through the leaves
Fall down and swing it up to the rain. Flows of the water like the song to the earth
Recognising the glory of the heavens

I lay my feeling...
To the joyful of the love
The only thing that I Believe

Sound of the earth had heard to my ears
Gave me an imagination for doing thing that I have to do
Whispers of the sky had written to my head
Gave me a power to get my main purpose.

I could be understanding those all, when I do with love
I could be understanding those all, when I feel the love

PUISI DAN SEBUAH PELAMPIASAN

Puisi buatku bukanlah sebuah tulisan yang panjang, berirama, dan bagus
Puisi buatku bukanlah sekedar curahan hati dan simbol pikiran cengeng
Puisi buatku adalah sebuah pelampiasan, yang tertanam dalam hidup dan berkembang menjadi sebuah masalah
Puisi buatku tak harus berkata indah ataupun romantis
Kata yang digunakan dapat merepresentasikan perasaan yang saat itu muncul
Setiap penulis puisi akan memunculkan perasaan dalam tulisannya demi pembaca dapat mengerti apa yang penulis rasakan pada saat itu.
Aku memilih melepaskan emosiku kedalam puisi yang mengarah positif daripada harus mengarah ke hal yang negatif.
Bagiku, puisi adalah tempat yang luas dimana aku dapat berteriak, memaki dan mengumpat tanpa ada yang membatasi

Maka, mari kita alihkan hal negatif yang kita lakukan demi pelampiasan kepada puisi.

Thursday, August 22, 2013

INDAHNYA PESONAMU

TUHAN t'lah memberi jawab
atas semua keluh dan doa yang ku ratapkan
Memenuhi janjiNya atas hinanya diriku
Untuk selalu engkau dipelukanku

DIA yang berkuasa atas diriku
Menunjuk dirimu atas namaNya
Tuk mengembalikan rusuk yang t'lah DIA ambil dari diriku

Sungguh, seluruh dunia seakan tersiapkan
Menyambut kita dengan mahkota yang terjalin janji suci
Sang Bumi seakan menengadahkan tahtanya sebagai penopang kita
Sang Bulan menerangi seakan pelita di malam hari sebagai penunjuk jalan kita

Sungguh, saat itu adalah dunia yang bersorak
Alam Raya bergemuruh
Penanda kita t'lah dipersatukan

Hidupku yang sunyi
Kini bersuka tanpa henti

Namun, ketika cinta kita sedang mekar
Bersemi dan mengembang
Tiupan angin semilir pun mulai menggugurkan cinta kita

Seperti musim gugur yang tiba di tengah musim semi
Semua pun pupus
Meninggalkan ranting dan dahan yang meranggas
Meninggalkan cinta yang gugur dan membusuk
Mematahkan janji suci
Mengingkarkan ikatan abadi

Satu hal yang mengubur dalam impianku
Perenggutan paksa rusukku kembali
Memotong paksa nafasku
Kini kehampaan menghampiriku kembali
Mengembalikan kesunyian, bahkan menambahkan penyesalan atasnya.