Powered By Blogger

Wednesday, September 4, 2013

YANG TAK TERMAAFKAN bag 1

Ku rasa ku dalam pasung dalam penjara
Yang mana gelap selalu menemaniku
Di tiap hari di tiap waktu...

Asaku tuk dapat memandang cahya mentari
Namun, semua seakan sirna...

Tiap hari ku turun dan naiki terjal tangga
Ku seret kaki yang tak berdaya ini di atas lumpur
Siksa yang ku rasa...

Dalam sempit ruang terselubung tirai
Ku berbaring,...
Menanti penuh harap

Kini waktu berlalu
Warsa t'lah bergulir, usia muda t'lah ku lewati
Kini ku cari dalam letih sendok dan besi
Mulai ku kikis dan ku gali tanah berbatu
Demi dapat melihat cahaya

Lelah tanganku menggali, kelupas kulit tanganku
Tangis dan peluh menghiasi upaya, darah membasahi daya

Waktu mulai mengejar

Dunia yang dulu riang, kini enggan berputar
Aku dan waktuku, terbuai angan semu
Aku dan waktuku, terjerat ikatan yang erat

Sunday, September 1, 2013

SETIAP WAKTU

Saat itu masih terlalu muda untuk kita
Menjalani jalan yang panjang dan berliku
Hanya hasrat sesaat kita waktu itu
Kita selalu bicarakan hidup kita nanti
Melambung  dan melampaui batas

Saat matahari telah menanjak
Ku rasa ku ingin kembali
Merasakan apa yang kita rasa sebelumnya
Ku ingin hari itu kembali
Satu hari saja tuk lengkapi semua

Setiap saat ku lihat wajahmu
Setiap saat kita lihat ujung jalan
Semua terlihat indah dan sempurna

Namun, saat jalan kita berbatu
Kita masih tetap berjalan walau tertatih
Hingga kita tiba di simpang jalan
Dimana pilihan mulai terbuka
Kita tetap bersama

Kita habiskan waktu bersama
Menjalani hari dengan kepalsuan
Mungkin aku yang menyerah saat itu
Tapi tidak...

Kini, kau mulai menjauh
Meninggalkan kenangan bersama
Melangkah pergi tuk berjalan sendiri
Dan kau sisakan pahit untuk diriku

Sekarang ku hanya terduduk diam
Di teras tempat kita bercanda dulu
Memikirkan sisa sisa tujuan pertama kita
Yang kini kembali menjadi impian kita