Ku rasa ku dalam pasung dalam penjara
Yang mana gelap selalu menemaniku
Di tiap hari di tiap waktu...
Asaku tuk dapat memandang cahya mentari
Namun, semua seakan sirna...
Tiap hari ku turun dan naiki terjal tangga
Ku seret kaki yang tak berdaya ini di atas lumpur
Siksa yang ku rasa...
Dalam sempit ruang terselubung tirai
Ku berbaring,...
Menanti penuh harap
Kini waktu berlalu
Warsa t'lah bergulir, usia muda t'lah ku lewati
Kini ku cari dalam letih sendok dan besi
Mulai ku kikis dan ku gali tanah berbatu
Demi dapat melihat cahaya
Lelah tanganku menggali, kelupas kulit tanganku
Tangis dan peluh menghiasi upaya, darah membasahi daya
Waktu mulai mengejar
Dunia yang dulu riang, kini enggan berputar
Aku dan waktuku, terbuai angan semu
Aku dan waktuku, terjerat ikatan yang erat
