Powered By Blogger

Monday, October 21, 2013

SEBUAH BAYANGAN DAN KETAKUTAN

Saat ini, mungkin aku hanya duduk terdiam
Melihat jauh dalam pandangan kosongku
Mengingat semua yang telah aku lupakan

Tak pernah aku berpikir untuk menjalani hari seperti ini
Menunggu dalam ketakutan yang tak pernah aku bayangkan
Merasa sendiri dan selalu ingin menjadi orang lain
Menutupi jati diri dalam kegusaran

Di saat yang ramai, pikiranku berujung sepi
Namun, kala hari sepi terdengar raungan keras di kepalaku
Hal yang sangat menyakitkan ketika semua ku sadari
Bahwa aku keluar dari realita

Perasaan yang teraduk dalam ketakutan
Membuat tanganku tak terkendali menyayat kulitku
Gigikupun mulai menggigit lidahku hingga kelu
Kakiku selalu menuntunku ke arah yang tak pernah ku kehendaki
Mataku hanya dapat melihat sisi lain dari kenyataan

Ku merasa, ku selalu dihantui perasaan yang bersalah
Perasaan yang telah ku lakukan di masa sebelum ini
Suatu kesalahan yang tak dapat termaafkan oleh diriku
Yang membelenggu jiwa dan hatiku

Entah kapan ku harus lalui ini
Karena mati pun tidak akan pernah dapat menyelesaikannya

Saturday, October 19, 2013

KETERASINGAN

Dalam jalan gelap yang tak berujung
Ku tatih langkahku demi sebuah harapan
Harapan yang ku harap ada diujung sana
Entah kosong ataupun sia-sia

Gelap menyelimuti, pekat dan mencekam
Tiada satu suara alam pun yang terdengar
Hanya detak jantung dan seret langkahku yang terdengar
Suara derit dan decit menyayat hati
Mulai terdengar mengiringi langkahku
Gema kesunyian menghinggapi pikiranku
Semilir angin malam yang bertiup menusuk tulangku
Memaksa tulangku tuk terus bergemeletak
Seakan meremukkan tulang tengkorakku

Ku tajamkan pandanganku
Demi sebuah realita yang ada
Namun hanya sebuah bayangan yang menari dalam kegelapan
Seakan menemani kesendirianku
Mengiringi kesunyianku
Dengan bisik lirih mereka membujukku
Merayu tuk menyerah
Membiaskan mata hatiku demi keputusasaan

Dengan hati ciut ku tetap berjalan
Bertahan demi sebuah keyakinan nyata
Yang selalu ku harapkan

Lelah ku berjalan, lemah ku melangkah
Dan ketika ku rasa tengah hampir sampai
Ku dihadapkan atas jurang yang menganga lebar
Seakan tak bertepi dan tak berdasar
Menambah hitam pekat gelap malamku

Namun dengan samar ku lihat
Sebuah cahaya remang diujung jurang
Nampak secerca jalan kecil setapak
Membentang mengisi asa atas jurang tak berdasar
Sungguh, hanya sebuah asa yang ku punya
Tuk berani lalui dan seberangi jurang ini

Disana sesosok yang misterius menenteng lentera kecil
Berjalan perlahan ke tengah kekelaman
Perlahan menghapus keberadaannya
Dan cahaya yang dibawanya
Samar ku pandang, lama ku perhatikan
Ternyata asa yang ku cari kini kembali tersamarkan
Oleh gelap yang tak terbatas