TUHAN t'lah memberi jawab
atas semua keluh dan doa yang ku ratapkan
Memenuhi janjiNya atas hinanya diriku
Untuk selalu engkau dipelukanku
DIA yang berkuasa atas diriku
Menunjuk dirimu atas namaNya
Tuk mengembalikan rusuk yang t'lah DIA ambil dari diriku
Sungguh, seluruh dunia seakan tersiapkan
Menyambut kita dengan mahkota yang terjalin janji suci
Sang Bumi seakan menengadahkan tahtanya sebagai penopang kita
Sang Bulan menerangi seakan pelita di malam hari sebagai penunjuk jalan kita
Sungguh, saat itu adalah dunia yang bersorak
Alam Raya bergemuruh
Penanda kita t'lah dipersatukan
Hidupku yang sunyi
Kini bersuka tanpa henti
Namun, ketika cinta kita sedang mekar
Bersemi dan mengembang
Tiupan angin semilir pun mulai menggugurkan cinta kita
Seperti musim gugur yang tiba di tengah musim semi
Semua pun pupus
Meninggalkan ranting dan dahan yang meranggas
Meninggalkan cinta yang gugur dan membusuk
Mematahkan janji suci
Mengingkarkan ikatan abadi
Satu hal yang mengubur dalam impianku
Perenggutan paksa rusukku kembali
Memotong paksa nafasku
Kini kehampaan menghampiriku kembali
Mengembalikan kesunyian, bahkan menambahkan penyesalan atasnya.

No comments:
Post a Comment
Mari berkomentar dari hati lepas hati, :-)