Dalam jalan gelap yang tak berujung
Ku tatih langkahku demi sebuah harapan
Harapan yang ku harap ada diujung sana
Entah kosong ataupun sia-sia
Gelap menyelimuti, pekat dan mencekam
Tiada satu suara alam pun yang terdengar
Hanya detak jantung dan seret langkahku yang terdengar
Suara derit dan decit menyayat hati
Mulai terdengar mengiringi langkahku
Gema kesunyian menghinggapi pikiranku
Semilir angin malam yang bertiup menusuk tulangku
Memaksa tulangku tuk terus bergemeletak
Seakan meremukkan tulang tengkorakku
Ku tajamkan pandanganku
Demi sebuah realita yang ada
Namun hanya sebuah bayangan yang menari dalam kegelapan
Seakan menemani kesendirianku
Mengiringi kesunyianku
Dengan bisik lirih mereka membujukku
Merayu tuk menyerah
Membiaskan mata hatiku demi keputusasaan
Dengan hati ciut ku tetap berjalan
Bertahan demi sebuah keyakinan nyata
Yang selalu ku harapkan
Lelah ku berjalan, lemah ku melangkah
Dan ketika ku rasa tengah hampir sampai
Ku dihadapkan atas jurang yang menganga lebar
Seakan tak bertepi dan tak berdasar
Menambah hitam pekat gelap malamku
Namun dengan samar ku lihat
Sebuah cahaya remang diujung jurang
Nampak secerca jalan kecil setapak
Membentang mengisi asa atas jurang tak berdasar
Sungguh, hanya sebuah asa yang ku punya
Tuk berani lalui dan seberangi jurang ini
Disana sesosok yang misterius menenteng lentera kecil
Berjalan perlahan ke tengah kekelaman
Perlahan menghapus keberadaannya
Dan cahaya yang dibawanya
Samar ku pandang, lama ku perhatikan
Ternyata asa yang ku cari kini kembali tersamarkan
Oleh gelap yang tak terbatas

No comments:
Post a Comment
Mari berkomentar dari hati lepas hati, :-)