Sang Mentari kembali tersenyum
Membawa secerca harapan dalam kehangatannya
Menghidupkan kembali asa yang membeku sepanjang malam
Membuka tabir kehidupan yang terselubung malam
Dalam kehangatannya tersamarkan suatu hal yang lain
Sifat membakar dan menguasai tampak dalam arogansi sang Mentari
Sebuah ironi yang selalu tertutupi
Konspirasi alam tentang kejamnya kenyataan
Di balik bayang-bayang sang Mentari
Tergeletak tak berdaya sang Bulan
Yang selalu meredup kala pagi mulai menyingsing
Raut wajah lesu dan letih, ekspresi tentang keputus asaan
Ku maknai semua yang ku lihat
Dengan kepicikan hati serta obsesi yang membara
Ku telaah dan berusaha ku mengerti
Tentang cahaya dan bayangan
Tawamu yang hangat, sesungguhnya adalah arogansimu yang selalu kau tutupi
Raut wajahmu yang merona, seakan menutupi sisi gelap yang kau punya
Matamu yang sejuk, membuktikan bahwa pilu yang ada
Kebohongan adalah hidupmu

No comments:
Post a Comment
Mari berkomentar dari hati lepas hati, :-)